Kebijakan Mutu STMIK Cikarang

1. Program pendidikan di STMIK Cikarang diarahkan untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, memiliki kemampuan adaptasi yang baik serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Selain itu juga diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
2. STMIK Cikarang mensyaratkan pengelolaan bidang akademik dengan senantiasa melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Peningkatan mutu dilakukan dengan menjaga siklus pengelolaan pendidikan yang utuh dan sesuai dengan harapan pengguna.
3. Pengembangan bidang akademik mengacu pada Rencana Strategis STMIK Cikarang 2009-2018 dan selalu disertai dengan inovasi pendidikan yang didukung dengan meningkatkan infrastruktur, perangkat lunak dan perngkat keras yang diperlukan. Pengembangan dalam jangka menengah dan panjang diarahkan untuk menjadi institusi sehat tingkat nasional dan memberikan kontribusi sesuai standar akademik di tingkat nasional, regional dan internasional.
4. Pelaksanaan pendidikan di STMIK Cikarang dirancang dengan mempertimbangkan pergeseran paradigma pendidikan yang semula lebih focus pada pengajaran ooleh dosen, ke focus pada pembelajaran oleh mahasiswa (student centered learning). Porsi pembelajaran yang berbasis pada permasalahan dilapangan (problem-based learning) dan hasil-hasil penelitian hendaknya ditingkatkan secara berkelanjutan.
5. Evaluasi terhadap program akademik harus dilakukan secara sistematik, periodic dan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode dan alat ukur yang dapat diterima oleh masyarakat. Hasil evaluasi dimanfaatkan dalam rangka percepatan STMIK Cikarang menjadi sekolah tinggi bertaraf nasional bahkan internasional.
6. Peningkatan mutu akademik di STMIK Cikarang didasarkan pada kebijakan pengembangan proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang meliputi :
a. Materi pembelajaran berbasis masalah di masyarakat, melatih kemampuan inguiry akar masalah dan strategi penyelesaiannya.
b. Metode pembelajaran dikembangkan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial, bekerjasama dengan cara professional, mandiri, kreatif, mampu berkomunikasi global serta menjunjung nilai-nilai moral.
c. Pendekatan multi disiplin ilmu yang mendukung peningkatan penjelasan masalah nyata di masyarakat.
d. Pengembangan ilmu dan pengetahuan yang berbasis keberagaman, keunikan dan kearifan tradisional.
e. Perspektif internasional yang mendukung peningkatan daya saing dan keunggulan nasional.
f. Pemanfaatan sumberdaya secara efisien, produktif, akuntabel dan transparan.
7. Pemanfaatan secara optimal teknologi informasi dan komunikasi untuk mendorong kreatifitas dan produktivitas.
8. Penelitian dan pengabdian pada masyarakat diarahkan kepada teknologi tepat guna berbasis kepada kebutuhan masyarakat di Indonesia atau umat manusia.
9. Peningkatan integritas akademik dengan cara membangun relevansi antara kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
10. Dalam rangka efektivitas dan efesiensi, suatu jurusan atau program studi dapat ditutup dan dibuka kembali. Keputusan pembukaan dan penutupan tersebut harus diambil melalui langkah evaluasi secara obyektif.
11. Jurusan atau program studi yang potensial, dikembangkan ke taraf mutu internasional, dengan diawali kelas berbahasa Inggris.